jadi gini, kemarin sore gue nonton berita di tv. gue lupa channel apa, pokonya menceritakan tentang seorang kakek-kakek yang tuna netra yang bekerja sebagai pemanjat pohon kelapa, bayangkaaaaaan! tuna netra, kakek-kakek, manjat pohon kelapa yang tinggi.. Ya Allah.. luar biasa kan? terus, si kakek-kakek itu bilang: "saya ngga mau nunggu dikasihani orang, selama masih ada yang bisa saya kerjakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari buat anak, istri dan saya sendiri pasti akan saya lakukan.." da tau ngga kakek itu dapet uang berapa buat perjuangannya itu? cuman 4000/pohon!!!!!!!!!!!!! aaaaaaaaaaa!!!! coba bandingin sama om-om tambun dan tante-tante rambut sasak yang ada 'digedung sebelah sana', cuman dateng, rapat (itupun ngga tau ngomongin apa, pokonya pasti banyak yg ketiduran, BBM-an, online, tau-tau beres aja), hahahihi, keluar negeri (ngakunya sih studi banding eeeeh malah holiday -.-) ngga adil kan?
terus ada lagi, tentang nelayan didaerah jakarta yang ngga bisa melaut karena suatu situasi gue lupa kenapa. jadi karena hal itu, nelayan itu ngga punya uang buat beli makan. terus karena ngga punya apa-apa, mereka makan dengan lauk daun eceng gondok. parahlah!!!! fyi, daun eceng gondok itu biasanya tumbuh diair yang tercemar, dan mengandung banyak banget mineral. jadi secara ngga langsung, kalo terus-terusan makan daun eceng gondok, sama aja kaya membunuh diri sendiri secara pelan-pelan. lagi-lagi, coba bandingkan dengan om-om tambun dan tante-tante rambut sasak itu.. jalan-jalan keluar negeri, renovasi gedung, minta naik gaji, bonus laptop, sogok sana sini buat keuntungan yang lebih besar. errrrrrr betapa berat sebelahnya kedilan di tempat ini.
maaf, saya memang anak muda yang belum tau apa-apa tentang keadilan dan belum berhak bersuara tentang hal ini. tapi dengan segala hormat, om-tante sekalian juga sebaiknya bahkan harusnya sadar kalian dipilih bukan untuk bersenang-senang diatas segala tumpukkan masalah yang ada di tempat ini. kami memilih kalian karena kami percaya kalian-kalian bisa sedikit menanggulangi apa yang ada ditempat ini. kami memilih kalian bukan semata karena udah dikasih berapa rupiah lalu langsung memilih kalian agar kami dikasih rupiah lagi, no no no! pikiran kami, orang yang udah memilih kalian-kalian, tidaklah sedangkal itu, om, tante... jangan biarkan kami menyesal memilih kalian, dan meremehkan kalian yang menjadi wakil kami disitu. gimana kami orang biasa mau sama-sama bersatu, bergabung, semakin mencintai, melindungi, dan menjunjung tinggi nama tempat ini, tempat kami tinggal, kalo wakil kami sendiri ngga bisa menyampaikan hal itu tapi malah tergiur dengan hal-hal yang jauh dari tujuan?
atas nama anak muda gaul dan fresh,
Untukmu Indonesiaku..
No comments:
Post a Comment